Pagi ini saya melihat berita
tentang demo buruh di Jakarta. Demo lagi? Ya demo lagi. Tuntutannya; kenaikan
Upah Minimum Provinsi dari 2,2 juta menjadi 3,7 juta. Dengan asumsi bahwa demo
buruh itu tidak ditunggangi oleh pihak lain, maka para pendemo itu tentu
pendapatan bulanannya dari bekerja masih dibawah Rp. 3,7 juta. Pertanyaannya
adalah; Jika kelak gajinya sudah mencapai 3,7 juta, apakah para buruh itu akan
berhenti berdemo?
Saya tidak tahu jawaban yang
pasti. Tapi berkaca pada kenyataan hidup, kita tidak akan pernah merasa cukup
dengan apa yang kita dapatkan. Maka bisa diperkirakan bahwa demo itu, akan
terus berlangsung sampai kapanpun. Terlepas dari tuntutan buruh itu diikuti
atau tidak.
Anda, gajinya masih dibawah
3,7 juta? Jika iyya, maka mungkin demo itu tentang nasib Anda juga. Tapi apakah
Anda tertarik untuk ikut berdemo? Boleh kok, kalau Anda mau demo untuk
memperjuangkan nasib. Tapi, jika saya boleh sarankan; belajarlah untuk paham
bahwa mogok kerja dan turun kejalan bukanlah satu-satunya cara berdemo. Ada loh
cara demo yang lebih baik dan lebih efektif untuk membuat perusahaan membayar 3,7
juta bahkan lebih tinggi dari itu. Tanpa mesti berteriak-teriak. Tanpa perlu
turun ke jalan. Anda percaya?
